Luwu Timur - Doa Rabithah merupakan salah satu doa yang terkenal, disusun dengan sangat indah oleh Ulama Besar dari Mesir yang bernama Hasan Al-Banna, yang juga pendiri Organisasi Islam Ikhwanul Muslimin. Inti dari doa ini adalah harapan agar ikatan persaudaraan sesama muslim dapat semakin erat, terutama sesama anggota Ikhwanul Muslimin. Dalam berbagai kesempatan dan kegiatan, doa ini selalu dipanjatkan. Doa Rabithah terdapat dalam Kitab Al-Ma'tsurat, yakni kumpulan doa yang disusun oleh Hasan Al-Banna. Al-Ma’tsurat ini dibaca secara rutin setiap pagi dan sore. Banyak
yang sudah mengamalkan untuk membaca Kitab Al-Ma’tsurat ini secara
rutin.
Berikut ini bacaan Doa Rabithah
Allaahumma innaka ta'lamu anna haadzihil quluub
qadijtama’at 'alaa mahabbatik
qadijtama’at 'alaa mahabbatik
wal taqat 'alaa thaa'atik
wa tawahhadat 'alaa da'watik
wa ta‘aa hadat ‘alaa nushrati syarii'atik
Fa wats-tsiqillaahumma raa bithatahaa
wa adim wuddahaa
wahdihaa subulahaa
wamla'haa binuurikal ladzi laa yakhbuu
wasy-syrah shuduurahaa bi faidhil iimaanibik
wa jamiilit-tawakkuli 'alaik
wa ahyihaa bi ma'rifatik
wa amithaa 'alasy-syahaadati fii sabiilik
Innaka ni'mal maulaa wa ni'man nashiir
Allaahumma aamiin
Wa Shallillaahumma ‘alaa sayyidinaa muhammad
Wa ‘alaa aalihii wa shahbihii wa sallim
Artinya
Ya Allah, sesungguhnya Engkau mengetahui hatikami
Kami telah berkumpul karena cinta-Mu
Dan berjumpa dalam ketaatan pada-Mu
Dan bersatu dalam dakwah-Mu
Dan berpadu dalam membela syariat-Mu
Maka ya Allah, kuatkanlah ikatannya
Dan kekalkanlah cintanya
Dan tunjukkanlah jalannya
Dan penuhilah ia dengan cahaya yang tiada redup
Dan lapangkanlah dada-dada dengan iman yang berlimpah kepada-Mu
Dan indahnya takwa kepada-Mu
Dan hidupkan ia dengan ma'rifat-Mu
Dan matikan ia dalam syahid di jalan-Mu
Sesungguhnya Engkau sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong
Ya Allah, kabulkanlah
Dan curahkanlah kesejahteraan dan kedamaian
Kepada baginda kami Nabi Muhammad SAW
Serta kepada keluarga dan sahabat beliauKepada baginda kami Nabi Muhammad SAW
Melalui Gerakan Tabiyah, Ikhwanul
Muslimin mampu melebarkan sayapnya, hingga sampailah di Indonesia.
Pemikiran, Buku-buku dan doa Rabithah pun mulai dikenal. Di Indonesia, pemikiran Ikwanul Muslimin diadopsi oleh beberapa Lembaga Dakwah Kampus (LDK) dan juga Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI). Selain itu salah satu partai politik Indonesia juga mengadopsi pemikiran Ikhwanul Muslimin, yaitu Partai Keadian Sejahtera (PKS). Ujung tombak gerakan tarbiyah di Indonesia adalah PKS, sebab berjuang di jalur politik. Basis massa PKS adalah kader-kader gerakan tarbyah di seluruh Indonesia. PKS sangat beruntung karena memiliki basis massa yang solid dan produktif.
Namun, kini terjadi konflik di internal PKS yang menyebabkan kadernya banyak yang hengkang, ada yang dipecat dan yang mundur dengan sukarela. Kader yang keluar dari PKS banyak yang masuk ke Ormas yang bernama Gerakan Arah Baru Indonesia (GARBI). Jamaah Gerakan Tarbiyah menjadi bingung, terutama kelompok akar rumput... Bingung mau ikuti yang mana.. PKS atau kah GARBI... Di dunia maya kader-kader maupun simpatisan dari PKS dan GARBI selalu saling serang... Kini di tubuh jamaah telah muncul fitnah besar, saling hujat, saling curiga, dan tak lagi satu ikatan... Apakah Doa Rabithah tak lagi makbul....??? Jadi ngat perpecahan HMI.... yang hingga kini masih terpecah....
RH

No comments:
Post a Comment